|
Link Web
|
UNIKOM Ranking 6 Top 100 Telkom Smart Campus Award 2011 Rabu, 07/03/12 | 11:10 WIB
![]()
Tesca tahun ini bukan saja mencari yang terbaik, tetapi juga mencari 100 kampus yang sudah memiliki tingkatan tertentu di dalam implementasi ICT.
Meningkatnya peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Indonesia tak lepas dari kontribusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sudah merambah di semua bidang. Itu pula yang menjadi latar belakang penyelenggaraan Telkom Smart Campus (Tesca) yang sudah berlangsung sejak 2008. Menurut BudiSiswanto, Vice President Enterprise PT Telekomunikasi Indonesia, Tesca menjadi salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) Telkom yang terukur, terarah, berkesinambungan dalam menciptakan dan menumbuhkan komunitas pengguna TIK di lingkungan perguruan tinggi.
Program itu pun sesuai program Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) dalam upaya memajukan pendidikan nasional untuk membangun Indonesia Higher Education Network (Inherent). “Ini termasuk dalam misi Telkom kepada bangsa, adalah bagaimana mendorong semua perguruan tinggi berlomba-lomba untuk mengimplementasikan ICT (Information and Communication Technology) yang setinggi-tingginya,” ujar Budi Siswanto. Ke depannya, implementasi ICT ini akan lebih bermanfaat ketika di-benchmark oleh pihak lain.
Menariknya, pada penyelenggaraan Tesca yang keempat kalinya pada 2011 ini, ada perubahan bentuk hasil penilaian. Tahun ini, akan menggunakan penilaian yang mengadopsi sistem penilaian seperti Malcom Baldrige. Simbol-simbol dalam penilaian Tesca itu bisa dipakai mengkampanyekan kampusnya kepada pihak lain, termasuk para calon mahasiswa. “Jadi, Tesca tahun ini bukan saja mencari yang terbaik, tetapi juga mencari 100 kampus yang sudah memiliki tingkatan tertentu di dalam implementasi ICT,” katanya.
Nah, bagi kampus-kampus yang ingin meningkatkan implementasi ICT-nya, akan mendapatkan petunjuk yang hasilnya berupa skor atau skala yang menunjukkan tingkat kemampuan implementasi. Dari situlah akan terlihat kemampuan setiap kampus dalam upayanya meningkatkan skor implementasi ICT-nya dengan meningkatkan aspek-aspek penilaian yang harus diperbaiki. Bahkan selama satu tahun setelah dihasilkan pemeringkatan, pihak Telkom akan terus memantau program-program yang ada di kampus-kampus dan akan dipublikasikan di sejumlah media massa. Dengan begitu, peran media pun akan ikut menentukan dalam menyoroti kemajuan implementasi ICT yang telah dicapai.
Jika terdapat 100 kampus berperingkat tertinggi, itu artinya akan ada perkembangan implementasi ICT oleh 100 kampus yang akan diulas di media massa. Dengan begitu, akan memberikan motivasi kepada setiap kampus untuk terus meningkatkan implementasi ICT-nya. Bahkan bukan tidak mungkin jika ada kampus yang turun peringkatnya karena tak menunjukkan kemampuan dalam upaya meningkatkan implementasi ICT-nya. Selain bisa meningkatkan peringkatnya pada tahun berikutnya, di sisi lain, hal itu akan memberikan kesempatan yang sama bagi kampus lain yang belum masuk 100 peringkat teratas untuk bisa menembusnya.
Budi menekankan, ada beberapa hal penting yang harus dirasakan manfaat dari penyelenggaraan Tesca. Mulai dari sejauh mana manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat terkait dengan implementasi ICT yang telah dilakukan oleh kampus tersebut. Mahasiswanya sendiri harus bisa merasakan manfaat lewat berbagai pelayanan kampus tersebut, termasuk soal administrasi, registrasi, dan semua kegiatan akademiknya. Demikian pula dengan manfaat yang harus dirasakan semua pihak selaku pemangku kepentingan di kampus tersebut untuk sistem keuangan, sistem logistik, sistem akademik, dan sistem lain yang dimilikinya.
Telkom tetap berkomitmen untuk mendorong setiap kampus untuk terus meningkatkan implementasi ICT-nya lebih tinggi lagi. Selain itu, logo ICT Tesca bisa dijadikan identifikasi bahwa kampus tersebut masuk dalam kategori berperingkat terbaik. Bahkan logo tersebut berhak digunakan oleh kampus yang bersangkutan dalam setiap aktivitasnya, termasuk dalam brosur mereka. Bahkan dengan mengikuti Tesca, setiap kampus akan merasakan banyak keuntungan, termasuk peningkatan citra kampusnya di mata masyarakat. “Menariknya lagi, kisah upaya apa saja yang mereka lakukan dalam meningkatkan implementasi ICT akan diterbitkan di media. Itu akan menjadi nilai tambah buat mereka,” ujar Budi.
“Bisa saja sebuah kampus memang memiliki dana terbatas, tapi jika memiliki kreativitas dengan effort yang tinggi, itu bisa menambah poin penilaian tersendiri. Dan itu akan menjadi benchmark bagi perguruan tinggi yang lain,” kata Budi Siswanto menambahkan. Apalagi Telkom juga ikut mengembangkan cloud computing yang akan menambahkan manfaat dan keuntungan dari implementasi ICT, sekaligus sebagai realisasi implementasi program Indigo Telkom.
Berikut Hasil lengkap Pemeringkatan Perguruan Tinggi yang masuk TOP 100
Sumber:
Link terkait:
Terimakasih untuk seluruh civitas akademika unikom, yang telah membantu team kami, dalam persiapan mengikuti perlombaan ini.
|