|
Link Web
|
Penyerahan Sertifikat Tesca 100 Kamis, 15/03/12 | 20:47 WIB
![]()
Announcement TeSCA 100 telah berlangsung hari ini (14/3) di Hotel Pullman Jakarta. Dalam acara ini di undang 10 perguruan tinggi yang masuk dalam Tesca 10 besar Tesca 100 yaitu: 1) Universitas Indonesia, 2).Universitas Guna Dharma 3).Universitas Bina Nusantara 4).Universitas Gajah Mada, 5).Institut Teknologi Bandung 6).Universitas Komputer (Unikom). 7).Universitas Pendidikan Indonesia 8).Institut Pertanian Bogor. 9)Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 10).Universitas Brawijaya.
![]() ![]()
Wawancara dengan TV One dan Media Lainnya
Penyerahan sertifikat TeSCA 100 secara simbolis kepada 3 perguruan tinggi yang masuk dalam TeSCA 100, yakni Universitas Indonesia, Universitas Gunadarma dan Universitas Bina Nusantara. Dalam acara ini pula, peluncuran website TeSCA diresmikan oleh Direktur Utama PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk Rinaldi Firmansyah.
![]()
TeSCA merupakan rangkaian kegiatan Indigo Award dan salah satu program corporate social responsibility (CSR) PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. Untuk mendukung pengembangan kualitas perguruan tinggi secara berkelanjutan. Dalam program ini, kegiatan melakukan pemetaan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di perguruan tinggi-perguruan tinggi, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta. Hasil akhirnya akan dikemas dalam Indeks TeSCA 100, yakni indeks 100 perguruan tinggi teratas berdasarkan penilaian dari TeSCA.
“Di dunia ada Webometrics dan di Indonesia ada TeSCA 100,” ungkap Rinaldi Firmansyah dalam sambutan Announcement TeSCA 100.
Dalam program ini melibatkan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (DIKTI), Dewan TIK Nasional (DeTIKNas), APTIKOM dan Warta Ekonomi, yang berperan dalam mendukung program ini. Dalam pematangan dan implementasi konsep hingga hasil akhir, program ini melibatkan pakar, praktisi dan ahli dalam bidang pendidikan dan TIK yang berjumlah sebanyak 10 orang.
Program ini merupakan program yang diadakan setiap tahun dan kali ini adalah tahun keempat. Program ini antusias diikuti oleh perguruan tinggi di Indonesia. Tercatat sebanyak 355 perguruan tinggi yang mengikuti program ini pada tahun 2011.
Program ini meliputi beberapa tahap. Antara lain pendaftaran yang ditindaklanjuti dengan pengisian kuesioner oleh perguruan tinggi-perguruan tinggi, sebagai self assesment. Kemudian, hasil dari self assestment ditindaklanjuti dengan proses validasi, yakni perguruan tinggi mengirimkan, memberikan atau menunjukkan data pendukung sebagai bukti (evidence) yang melengkapi pernyataan-pernyataan yang telah diisikan pada kuesioner.
![]()
Dalam melakukan proses validasi, panitia menempuh melalui dua metode. Yakni metode visitasi dan non visitasi. Visitasi atau mengunjungi perguruan tinggi langsung dilakukan oleh para juri sedangkan non visitasi adalah penyertaan data pendukung yang dilakukan oleh perguruan tinggi dengan mengirimkan bukti fisik maupun non fisik ke panitia.
Indeks TeSCA merupakan alat ukur yang akan menggambarkan sejauh mana implementasi TIK menuju perguruan tinggi yang “smart”. Dalam penentuan besarnya indeks TeSCA dibangun dengan pembobotan dari dimensi-dimensi ekosistem TIK di perguruan tinggi. Pembobotan tersebut terdiri dari:
1.Suprastruktur kampus dengan bobot 10%
2.Infrastruktur teknologi dengan bobot 20%
3.Dosen, mahasiswa dan karyawan dengan bobot 20%
4.Ragam pemanfaatan dan aplikasi (implementasi) dengan bobot 20%
5.Strategi pendidikan nasional dengan bobot 10%
6.Dampak dan Manfaat Penerapan Teknologi (manfaat) dengan bobot 10%
7.Stakeholder eksternal dengan bobot 10%
ZEN Framework yang digunakan untuk Parameter Penilaian
Sumber: Google
http://tescaindonesia.org/tesca.php
http://www.wartaekonomi.co.id/berita-244856504--penghitungan-indeks-tesca.html
dll
Sampai jumpa lagi di Tesca yang akan datang
|